Judul yang tercantum diawal tulisan ini juga merupakan judul buku yang akan diterbitkan oleh Yayasan Hemera Zoa, suatu kelembagaan yang didirikan oleh PB PDHI pada tahun 1991.
Titik tolak perjalanan sejarah dokter hewan Indonesia dihitung mulai tahun 1910, pada saat itu untuk pertama kali lulus dokter hewan dari NIVS (Nederlands Indische Veeartsen School) di Bogor yang selanjutnya berkembang menjadi Fakultas Kedokteran Hewan pada berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan pada tahun 2010 (pada saat buku ini terbit) akan genap 100 tahun.
Buku ini akan memuat keseluruhan aspek profesi veteriner meliputi sejarah, bidang pengabdian dan tantangan yang harus dihadapi dokter hewan pada masa mendatang.
Penyusunan Buku
Tim Penyusunan diketuai oleh Drh. Agus Suryanata, beranggotakan dokter hewan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang mengumpulkan bahan tulisan dari berbagai nara sumber yang terdiri dari :
1. Para mantan dan Ketua Umum PB PDHI
2. Para dokter hewan senior
3. Para dokter hewan dari berbagai penugasan, baik dari kelembagaan pemerintah maupun swasta.
4. Para dokter hewan dari Asosiasi Non Teritorial, yaitu:
- Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Aquatic dan Hewan Eksotik Indonesia (ASLIQEWAN)
- Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI)
- Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI)
- Ikatan Dokter Hewan Sapi Perah Indonesia (IDHSPI)
- Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI)
- Asosiasi Pathologi Veteriner Indonesia (APVI)
- Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Laboratorium Indonesia (ADHPHLI)
- Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia (ASKESMAVETI)
- Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia (AEPVI)
5. Pengurus PDHI cabang seluruh Indonesia
Sumber lainnya yang terkait dengan naskah lama akan dicari di Perpustakaan Balitvet dan Gedung Arsip Nasional.
Sebagai editor dalam penyusunan buku ini telah ditetapkan DR. Soehadji, Drh. Soedjasmiran Prodjodiharjo, DR. Sofyan Sudardjat dan DR. Desianto B. Utomo.
Substansi dan Penahapan
Dalam penyusunan buku ini dilakukan penahapan secara proporsional, yang berkaitan dengan sejarah (masa lalu): 50%, bidang pengabdian (masa kini) : 30% dan tantangan yang dihadapi dokter hewan (masa mendatang): 20%.
Outline buku ini adalah:
1. Pendidikan Kedokteran Hewan
Diawali dengan pra dokter hewan sebelum adanya pendidikan dokter hewan, kebutuhan adanya tenaga medis veteriner untuk menangani penyakit hewan menular dan meningkatkan populasi ternak pada masa kolonial, pendudukan Jepang, masa perjuangan kemerdekaan dan setelah penyerahan kedaulatan yang berkembang adanya berbagai Fakultas Kedokteran Hewan di berbagai pergurun tinggi di Indonesia Tuntutan pendidikan kedokteran hewan untuk mampu menghadapi tantangan dimasa mendatang
2. Organisasi
Organisasi profesi veteriner dalam berbagai tahapan sejarah. Perkembangan organisasi selain didasarkan atas daerah (teritorial), juga didasarkan atas spesialisasinya dan bidang pengabdian (non teritorial).
Struktur organisasi di tingkat pusat dan cabang, penanganan standar kompetensi profesi veteriner dan penegakkan kode etik.
Hubungan dengan organisasi veteriner di tingkat internasional
3. Pengabdian
Berbagai bidang pengabdian dokter hewan yang terkait dengan birokrasi pemerintah, pendidikan, penelitian dan pengembangan, angkatan bersenjata (TNI, POLRI), dunia sastra dan jurnalistik, industri peternakan dan kesehatan hewan
Pengabdian di lapangan terkait pelayanan kesehatan hewan dan kesehatan masyaraat veteriner, praktisi di klinik dan rumah sakit hewan.
4. Peraturan Perundang-undangan dan Penyakit Hewan
Diawali pada masa kolonial, masa kemerdekaan dengan Undang-Undang No. 6 tahun 1967 yang ditindaklanjuti dengan upaya penyempurnaannya dalam Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta kebutuhan khusus adanya Undang-Undang Veteriner.
Berbagai penyakit hewan yang fenomenal baik yang dapat diatasi dan telah dibebaskan maupun yang masih merupakan permasalahan sampai saat ini.
5. Berbagai Kegiatan Pendukung
Penyebaran informasi melalui media komunikasi, pasang surut majalah Hemera Zoa serta media lainnya. Kehadiran paguyuban Lansia Veteriner dan peranannya.
Pembentukan Yayasan Hemera Zoa dalam menunjang program PB PDHI
Pembentukan Indonesian Veterinary Watch (IVW) suatu lembaga pengamat yang mengkaji permasalahan yang berdampak luas pada masyarakat terkait bidang kedokteran hewan dan disiplin ilmu lainnya.
Gagasan pembangunan Gedung Veterinary Center dengan pembentukan badan usaha PT Sentra Veta Bhakti Mulia
6. Cita-cita luhur para Founding Fathers
Cita-cita luhur bagi terwujudnya kesejahteraan manusia melalui dunia hewan sesuai yang tercantum dalam semboyan “Manusya mriga satwa sewaka” sejalan dengan Universal Role of Veterinary Profession, peranan profesi veteriner yang bersifat universal.
7. Serba-serbi 1001 wajah
Berisikan ilustrasi tokoh-tokoh dokter hewan masa lalu dan masa kini dalam berbagai bidang pengabdian.
Pengabdian tersebut telah memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan bersifat monumental.
Buku ini terdiri atas 400 halaman, diterbitkan (edisi I) dalam 1000 copy yang dilampiri dengan CD (Compact Disc) yang memuat data rinci alumni fakultas kedokteran hewan dari berbagai perguruan tinggi. Peluncuran buku ini direncanakan pada tanggal 9 Januari 2010 tepat genap 57 tahun berdirinya PDHI.
Penutup
Buku ini harapkan dapat merekam tonggak perjalanan sejarah dokter hewan Indonesia dalam kurun waktu satu abad.
Khusus bagi para sejawat pembaca Buletin Lansia Dokter Hewan Surabaya yang mempunyai bahan berupa tulisan maupun foto dokumenter yang terkait dengan pengabdian dokter hewan dapat mengirimkannya kepada Tim Penyusun sebelum akhir Juni 2008 lewat e-mail: desianto @ jpjf.co.id dan widretna @ plasa.com atau fax.: 021-77216012 .
Tulisan ini ditulis oleh Drh. Tjiptardjo dan pernah diterbitkan melalui Bulletin Dokter Hewan Lansia no 37 th. VII April 2009. Atas jasa baik Drh. Soesanto Prijosepoetro naskah ini dikirim pada adminsitrator untuk di publish di Blog PDHI Jatim 1.
salam veteriner …..